Dunia anak adalah dunia bermain. Kesehariannya tidak akan lepas dari kesenangannya bermain. Namun ketika bersama teman, anak zaman sekarang tidak melakukan permainan model anak dulu seperti gopak sodor, petak umpet, bekel, congklak, dan sebagainya. Bersama teman atau sendiri, anak membutuhkan barang mainan. Dan untuk mendapatkannya, anak acap merengek dan menangis ketika melihat mainan yang ingin ia miliki. Padahal tiap saat produsen mainan berlomba-lomba menciptakan mainan baru, dan mempopulerkannya, misalnya lewat iklan atau film.
Sebagai orangtua Anda tentu sadar perlunya mainan bagi anak. Cuma, seringkali jadi merepotkan kalau mainan itu hanya dipakai sebentar, kemudian meminta lainnya. Di satu sisi anak memang membutuhkan mainan sebagai pengembangan kreativitas. Untuk menyikapi keadaan ini anda perlu menanamkan pengertian. Anda tentu tidak akan membiarkan anak Anda tanpa mainan. Namun banyak hal yang perlu diperhatikan. Anda perlu mengetahui dulu apa yang diinginkan anak. Ini memang butuh komunikasi. Jika sudah ketahuan, Anda bisa menjelaskan mainan apa yang boleh dan tak boleh, dilengkapi dengan alasan-alasan. Mulai dari segi keamanan, tingkat kesulitan, harga, atau alasan logis lain. Penjelasan ini diperlukan agar tidak terjadi selisih paham yang membuat anak kecewa atau merasa kurang disayang.
Sebagai orangtua Anda tentu sadar perlunya mainan bagi anak. Cuma, seringkali jadi merepotkan kalau mainan itu hanya dipakai sebentar, kemudian meminta lainnya. Di satu sisi anak memang membutuhkan mainan sebagai pengembangan kreativitas. Untuk menyikapi keadaan ini anda perlu menanamkan pengertian. Anda tentu tidak akan membiarkan anak Anda tanpa mainan. Namun banyak hal yang perlu diperhatikan. Anda perlu mengetahui dulu apa yang diinginkan anak. Ini memang butuh komunikasi. Jika sudah ketahuan, Anda bisa menjelaskan mainan apa yang boleh dan tak boleh, dilengkapi dengan alasan-alasan. Mulai dari segi keamanan, tingkat kesulitan, harga, atau alasan logis lain. Penjelasan ini diperlukan agar tidak terjadi selisih paham yang membuat anak kecewa atau merasa kurang disayang.

0 Comments