Setiap perusahaan mempunyai cara tersendiri untuk membuat manajernya manjadi tenaga yang handal dan tahan banting. Seperti misalnya produsen makanan Nissin yang mengirimkan manajer barunya untuk berkemah selama tiga hari, di pulau terpencil tanpa satu pun fasilitas kehidupan manusia beradab.
Nissin Food Products, produsen makanan jepang termasuk mie instan, baru-baru ini mengirimkan delapan orang manajer barunya ke Pulau Futon, sekitar 260 mil arah barat daya dari Tokyo. Di pulau tersebut tidak ada listrik, tidak ada rumah maupun fasilitas pembuangan. Para manajer tersebut harus membuat sendiri toiletnya, membuat api dari daun-daun kering, menangkap ikan dan membuat sendiri sumpit dari pohon bambu yang tumbuh di sana.
Tindak tanduk mereka diawasi oleh president Nissin, Koki Ando. Program tersebut dimaksudkan untuk menciptakan semangat kebersamaan, ketangguhan, kreativitas, dan rasa menghargai terhadap produk yang dihasilkan. Para manajer peserta program diperbolehkan untuk hanya membawa beras, kacang kedelai dan gandum. Jika mereka tidak suka rasanya yang hambar, mereka tinggal membuat garam dari air laut.
Tindak tanduk mereka diawasi oleh president Nissin, Koki Ando. Program tersebut dimaksudkan untuk menciptakan semangat kebersamaan, ketangguhan, kreativitas, dan rasa menghargai terhadap produk yang dihasilkan. Para manajer peserta program diperbolehkan untuk hanya membawa beras, kacang kedelai dan gandum. Jika mereka tidak suka rasanya yang hambar, mereka tinggal membuat garam dari air laut.

0 Comments